Pages

Jumat, 22 Juli 2016

Tips dan Trik: Jadi Pembawa Materi di Berbagai Acara

Assalamu'alaikum ●ᴥ●

Gimana kabar perut? Udah semakin buncit? #eeh, maksudnya bagaimana kabarnyaa? semoga baik-baik aja ya di bulan Syawal ini.

Pernah nggak sih jadi pembawa materi di sebuah acara? contoh mudahnya nya penyuluhan, sidang skripsi, ataupun presentasi di depan rekan kerja. Nah, kali ini aku mau share pengalaman jadi pembawa materi di beberapa acara formal maupun semiformal, baik penyuluhan, presentasi proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), dan diskusi umum.


Kalau bicara membawakan materi yang pertama difikirkan (selain substansi materi itu sendiri) adalah sasaran yang akan diberikan materi. Disamping itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan juga. Antara lain:

1. Kepercayaan Diri
Percaya diri, harus! Tapi jangan terlalu ke-PD an (sumber)

Tampil di depan umum atau dewan juri tapi kamu nggak percaya diri? Percuma. Baik di acara yang sederhana, contohnya arisan sampai acara bergengsi kalau kamu nggak punya rasa percaya diri materi yang kamu bawakan pasti jadi berantakan, baik susunan kata, cara bicara, mimik muka, dll.

Oleh karena itu, sebelum mempersiapkan semuanya, latih kepercayaan diri kamu. Kalau aku biasanya ngomong di depan cermin atau merekam materi yang akan dibawakan kemudian didengarkan lagi. Dengan cara itu aku dapat mengevaluasi dan melatih kemampuan bicaraku. Nah, kalau bicaranya dilihat udah tjakeup, didengar udah enak, otomatis akan menambah rasa percaya diri. Bye-bye minder!

2. Dress Code alias Kostum
Naaah, kalau udah PD (Percaya Diri), masuk ke poin selanjutnya. Walaupun ada pepatah bilang "don't jugde book by the cover" tapi penampilan juga salah satu poin penting lhoo. Seperti saat presentasi MONEV eksternal PKM, satu tim diwanti-wanti (disarankan) memakai dress code yang sama. Tujuannya apa? Nah, karena bentuknya tim, dress code yang sama bertujuan untuk memperlihatkan kekompakan tim tersebut. Flashback aja, kemarin timku memakai atasan batik dengan almamater, bawahan bahan kain berwarna hitam dan memakai sepatu pantofel (bener nggak nulisnya?) dan yang berkerudung memakai kerudung hitam.
 
Dress code juga perlu memperhatikan tema acara. Kalau acaranya formal, otomatis pakaian yang digunakan juga formal. Sebaliknya, kalau acaranya semi formal atau santai pakaian bisa bebas, asal sopan. Tergantung acaranya juga sih...

3. Be Yourself!
Boleh terinspirasi cara bicara, logat, maupun ekspresi orang lain, misal reporter terkenal atau artis. Tapi jangan lupa JADILAH DIRIMU SENDIRI. Nada bicaramu lantang (misalkan), eh kamu mengikuti gaya bicara artis A yang lembut dan menye-menye. Pasti hasilnya jadi jelek, because it's not you.
"Artis A kalau ngomong intonasinya bagus ya, bahasanya santun. Ah coba deh aku aplikasikan saat jadi pembawa materi"
Dengan begitu, kamu akan tampil maksimal dan membuktikan pada dunia (ceilah) bahwa inilah dirimu :)

"Just be yourself, no one better" - Taylor Swift (sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar